Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Royal Q adalah Aplikasi Robot Trading Khusus Cryptocurrency
Royal Q is High-tech Trading Robot application
Robot RQ dapat melakukan Trading 24 jam 7 hari nonstop di Market Terbesar No. 1 Dunia di Binance dan Huobi Global)
Royal Q The Most Credible Intelligent Quantitative Robot
The Royal Q Quantification system Adopts a Multy-Strategy, Multi- Technology Fusion Intelligent Quantification Mechanism

Varian baru Corona Virus Disease (Covid-19) yang harus diketahui

makmurjayayahya.comHello sobat, semoga sehat selalu yaa.. berjumpa lagi dengan mimin yang akan membahas terkait artikel terbaru tentang Varian Covid-19. Kita sama-sama mengetahui bahwa beberapa bulan belakangan ini terjadi lonjakan kasus covid-19 di Indonesia terutama di pulau Jawa, apalagi munculnya varian-varian baru Covid-19. Oleh karena itu, marilah kita semua untuk terus waspada dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat yang masih ditengah pandemi covid-19 ini karena kita tidak dapat mengetahui kapan akan segera berakhir. 

Saat ini tercatat ada puluhan varian baru yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2. Infeksi COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang merupakan Virus Single Stranded RNA yang berasal dari kelompok Coronaviridae. Virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). WHO mengungkapkan bahwa penggunaan nama baru untuk varian baru virus corona ini dilakukan untuk menghindari stigmatisasi terhadap negara di mana varian-varian virus corona ini kali pertama terdeteksi atau dilaporkan.

Panel pakar WHO telah sepakat merekomendasikan penggunaan alfabet Yunani untuk menamai varian-varian baru virus SARS-CoV-2 dan penggunaan nama baru berdasarkan alfabet Yunani ini akan lebih memudahkan untuk dibahas oleh audiens non-ilmiah. Kendati demikian, WHO mengatakan bahwa label atau nama baru virus corona ini tidak akan menggantikan nama ilmiah yang ada untuk varian virus corona. dilansir dari Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Virus Corona ini adalah virus baru yang belum pernah terindentifikasi pada manusia sebelumnya, sehingga disebut 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV. Virus ini dapat ditularkan lewat droplet, yakni partikel air yang berukuran sangat kecil dan biasanya keluar saat batuk atau bersin. (sumber: Dinas Kesehatan). Virus Corona ini secara alami mudah mengalami mutasi sebagai bentuk kemampuan untuk bertahan hidup. Dalam perkembangannya, ditemukan varian baru virus COVID-19 yaitu B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan, P.1 asal Brasil, varian mutasi ganda dari India B. 1617, N439k dari Skotlandia,D641Gdari Jerman, mutasi E484K dan lain sebagainya. Adapun penjelasan masing-masing virus di atas adalah sebagai berikut :

Varian baru Corona Virus Disease (Covid-19)

  • ALPHA (Varian Inggris B.117)

  • BETA (Varian Afrika Selatan B.1351)

  • GAMMA (Varian Brazil P.1)

  • DELTA (Varian India B.1617.2)

  • EPSILON (Varian AS B.1427 dan B.1429)

  • ZETA (Varian Brazil P.2)

  • ETA (Varian Berbagai Negara B.1.525)

  • THETA (Varian Filipina)

  • IOTA (Varian AS B.1.526)

  • KAPPA (Varian India B.1.617.1)

  • LAMBDA (Varian Peru C.37)

  • N439K (Varian Skotlandia)

  • D641G (Varian Jerman)

  • Mutasi E484K (Varian Mutasi)

  1. ALPHA (Varian Inggris B.117)==> Pertama kali diidentifikasi di Inggris Raya pada musim gugur tahun 2020. Kemudian menyebar sangat cepat dan menjadi strain dominan di Inggris Raya. Varian ini telah terdeteksi setidaknya di 80 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat. Varian B.117 memiliki beberapa mutasi yang mempengaruhi protein spike yang ditemukan di permukaan virus, yang digunakan virus untuk mengikat dan memasuki sel inang di tubuh manusia. Varian ini berpindah secara cepat antara individu satu ke yang lainnya. Pejabat kesehatan masyarakat di Inggris mencatat bahwa B.117 sekitar 50 persen lebih menular daripada virus Corona asli
  2. BETA (Varian Afrika Selatan B.1351)==> Awalnya diidentifikasi di Afrika Selatan pada awal Oktober 2020. Sejak itu telah terdeteksi di setidaknya 4 negara lain, termasuk Amerika Serikat. B.1351 berisi beberapa mutasi protein lonjakan yang ada di B.117.Saat ini tidak ada bukti bahwa B.1351 menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada versi virus Corona sebelumnya. Salah satu perhatian utama tentang varian ini adalah efek mutasinya pada kekebalan. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mutasi pada B.1351 mempengaruhi antibodi. Antibodi adalah protein kekebalan penting yang dapat mengikat dan menetralkan penyerang asing seperti virus, yang diproduksi sebagai respons terhadap infeksi alami atau vaksinasi. B.1351 dapat menghindari antibodi, sehingga orang dapat tertular varian baru ini, meskipun kekebalan mereka sudah ada. Ada kemungkinan vaksin saat ini kurang efektif untuk varian ini, sehingga B.1351 juga dapat menular lebih cepat. Sebuah studi di Zambia menemukan bahwa 22 dari 23 sampel yang dikumpulkan selama periode 1 minggu adalah B.1351, yang belum terdeteksi pada 245 sampel yang dikumpulkan sebelumnya.
  3. GAMMA (Varian Brazil P.1) ==> Pertama kali terdeteksi pada awal Januari 2021 pada pelancong dari Brasil yang diuji saat memasuki Jepang. Pertama kali ditemukan di Amerika Serikat pada akhir Januari 2021. P.1 berisi 17 mutasi unik termasuk beberapa mutasi protein lonjakan kunci yang ada di kedua varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris dan Afrika Selatan, serta beberapa mutasi lainnya. P.1 didapatkan dari sampel yang dikumpulkan selama lonjakan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada Januari 2021 di Manaus, Brasil. Varian tersebut tidak ada dalam sampel sebelumnya. P.1 memiliki beberapa mutasi yang sama dengan B.1351, ada kemungkinan varian ini memiliki efek pada kekebalan dan keefektifan vaksin.
  4. DELTA (Varian India B.1617.2)==> Varian India terdiri dari dua mutasi protein lonjakan virus. B.1617 merupakan hasil dari mutasi ganda E484Q dan L452R. E484Q mirip dengan E484K, yakni mutasi yang terlihat pada varian Afrika Selatan (B.1353), dan pada varian Brasil (P.1). Sementara itu, L452R terdeteksi dalam varian virus California (B.1429), yang sama ditemukan pada varian di Jerman. Protein lonjakan memungkinkan virus masuk ke tubuh dan menginfeksinya. Virus kemudian dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh, jika lolos dari antibodi apapun dalam sistem kekebalan atau yang dikembangkan sebagai hasil dari vaksin. Virus ini menyebabkan lonjakan kasus masyarakat India yang terkonfirmasi infeksi virus corona.
  5. EPSILON (Varian AS B.1427 dan B.1429)==> Varian Epsilon merujuk pada varian baru virus corona yang ditemukan di California, Amerika Serikat, B.1.427/ B.1.429. Melansir CNBC, varian virus SARS-CoV-2 ini telah memicu lonjakan dengan menyumbang 52 persen kasus Covid-19 di negara tersebut, 41 persen kasus Covid-19 di Nevada dan menyumbang 25 persen kasus Covid-19 di Arizona. CDC juga telah memasukkan varian Epsilon ini sebagai varian mengkhawatirkan, yang artinya varian virus corona ini mengarah pada peningkatan penularan Covid-19 dan penyakit yang lebih parah.
  6. ZETA (Varian Brazil P.2)==> Sama seperti P.1 atau varian Gamma, varian P.2 yang kemudian menyandang nama baru sebagai varian Zeta juga ditemukan di Brasil. Varian ini juga dilaporkan terdeteksi di Inggris dan telah menyebar di Rio de Janeiro. Kendati mengandung mutasi E484K, namun varian Zeta ini dianggap tidak cukup untuk ditetapkan sebagai varian virus corona yang mengkhawatirkan.
  7. ETA (Varian Berbagai Negara B.1.525)==> Varian Eta adalah varian B.1.525 yang baru-baru ini teridentifikasi di Inggris. Saat ini, para ilmuwan masih mengawasi varian baru virus corona ini. Sebab, varian tersebut diketahui memiliki beberapa mutasi pada gen protein spike virus corona.
  8. THETA (Varian Filipina) Varian P.3 yang ditemukan di Filipina atau varian Theta terdeteksi pertama kali pada 13 Maret 2021. Kendati belum ada cukup bukti ilmiah tentang karakter varian ini, namun, varian corona tersebut disinyalir lebih menular dibandingkan versi asli SARS-CoV-2.
  9. IOTA (Varian AS B.1.526)==> Pada November 2020 lalu, varian B.1.526 ditemukan pada sampel yang dikumpulkan di New York, Amerika Serikat. Varian yang kemudian disebut Iota ini, belum diketahui apakah memiliki sifat lebih menular dibandingkan virus aslinya atau tidak.
  10. KAPPA (Varian India B.1.617.1)==> Varian B.1.617.1 adalah varian kedua yang ditemukan di India yang juga mengandung mutasi ganda. Di antara lebih dari 2,7 juta kasus Covid-19 di India, sub-garis keturunan B.1.617.1 dan B.1.617.2 ini ditemukan pada 21 persen dan 7 persen dari semua sampel. Kedua varian tersebut terbukti resisten terhadap antibodi Bamlanivimab yang digunakan untuk pengobatan Covid-19. Bahkan, varian Kappa, B.1.617.1, menunjukkan berkurangnya kerentanan terhadap antibodi netralisasi yang dihasilkan oleh vaksin.
  11. LAMBDA (Varian Peru C.37)==> WHO mengumumkan variant of interest (VOI) baru yakni varian lambda atau C.37. Berdasarkan data WHO, varian ini pertama ditemukan di Peru dan kini menyebar di beberapa negara Amerika Selatan. WHO pun masih melakukan penyelidikan terhadap varian Lambda. Perlu diketahui, jika varian covid-19 masuk dalam kategori ini, maka pihak WHO masih menyelidiki kecepatan penularan hingga keparahan gejala yang ditimbulkan.
  12. N439K (Varian Dari Skotlandia)==> Mutasi virus corona N439K dianggap sama denganD641Gyang juga ditemukan di Indonesia. Sebuah studi melaporkan, N439K mampu bersembunyi atau melakukan kamuflase pada antibodi. Varian tersebut disinyalir melekat lebih kuat dengan ace receptor di tubuh manusia, sehingga berpotensi lebih menular. Sebuah studi berjudul Circulating SARS-CoV-2 Spike N439K Variants Maintain Fitness while Evading Antibody-mediated Immunity melaporkan kondisi tersebut. Menurut peneliti, protein N439K telah meningkatkan pengikatan ke reseptor ACE2. Virus N439K memiliki kesesuaian replikasi in vitro yang lebih mirip dan menyebabkan infeksi dibandingkan tipe awal. Mutasi N439K menunjukkan reaksi resistensi terhadap beberapa penawar, termasuk salah satu yang diizinkan oleh Food and Drug Administration (FDA) (Thomson et al., 2021).
  13. D641G (Varian Jerman)==>Mutasi D641G sudah mendominasi Sars-Cov-2 atau COVID-19 seluruh dunia, mutasi ini tidak ganas dan tidak berbahaya. 78 % virus Sars-Cov-2 di Indonesia sudah mengandung mutasi D614G. Mutasi ini bukan termasuk jenis mutasi baru karena sudah ditemukan di Jerman dan China pada awal Januari 2020. 24 Whole Genome Sequencees (WGS) RI yang dikirim ke Bank Influenza Dunia (GISAID), 9 diantaranya terdapat mutasi virus D614G. Mutasi ini tidak mengganggu vaksin merah putih atau impor karena tidak mengubah bagian virus spike atau fungsi RBD yang menjadi target vaksin (Menristek/BRIN).
  14. Mutasi E484K (Varian Mutasi)==> Mutasi “Eek” atau E484K dilaporkan ditemukan di beberapa negara, antara lain Brazil, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, jepang, Afrika Selatan, Argentina, Filipina dan Indonesia. Mutasi “Eek” atau E484K terjadi di spike protein, di mana spike protein penting untuk menempelnya virus dengan sel manusia dan pengenalan sel imun terhadap virus. Mutasi “Eek” atau E484K dikenal dengan sebutan “mutasi yang sedang melarikan diri”. Mutasi ini menyebabkan virus penyebab Covid-19 bisa “menghindar” dari beberapa jenis antibodi terhadap Covid-19. Mutasi ini berpotensi menurunkan kemampuan antibodi untuk menetralisir virus. (Wise, 2021; The New York Times Coronavirus Variant Tracker).

Demikian artikel dari mimin, Jagalah selalu Imun Iman Aman ! Patuhi protokol kesehatan dengan 5M.(Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan, Membatasi mobilitas (Interaksi). Semoga kita semua dan keluarga sehat selalu..


Sumber : 

Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Pengendalian covid-19 dengan TM, 3T, Vaksinasi, Disiplin, Kompak dan Konsisten. Edisi Mei 2021



2 komentar untuk " Varian baru Corona Virus Disease (Covid-19) yang harus diketahui"

  1. Semoga kita dijauhkan dari wabah virus tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Sehat & sukses selalu ya..Terima kasih kak atas kunjungannya

      Hapus